Be Good For Nothing

Hai!

Dari kecil, gue sering banget dikenal sebagai anak yang suka banget pilih-pilih temen. Gue cuma mau berteman sama A,B,C, dan udah gue gak mau kenal sama yang lainnya. Gue akan merasa nyaman dengan ‘geng’ gue yangitu dan bakal gak enjoy kalo harus membaur sama yang lain.

Untungnya, semakin kesini, lama-lama gue belajar untuk mulai menerima teman-teman gue yang lain. Yang lebih kurang dari gue, yang interests nya berbeda dari gue, yang latar belakangnya berbeda dari gue.

Gue mulai belajar untuk membuka diri dan jadi fleksibel sama semua orang. Anak-anak perempuan, anak-anak laki laki, guru guru, bahkan kakak adik kelas dan teman teman mama papa gue.

Nah. Masalah cowo. Gue dididik di dalam sebuah keluarga yang, untungnya, gak pernah ngajarin gue untuk anti sama lawan jenis. Gue terbiasa untuk terbuka dan have fun dengan cowo-cowo, selain karena kedua adik gue juga cowo, tetapi juga a lot more reasons.

Gue suka banget berteman sama cowo karena mereka, well, drama-free. Kecil banget kemungkinan untuk berantem, dan mungkin cuma sekedar bacot-bacotan gak jelas sambil ketawa. I found boys are way more funner than girls, salah satunya karena mereka itu jarang dan bahkan gak pernah ngomongin temennya sendiri.

Selain itu, gue bukan tipe cewe yang kaya ‘ew kok pikiran lo porno banget si jiji’ ke cowo-cowo yang hm, kebanyakan hormon kali ya, jadi punya imajinasi diluar batas.

Disaat teman teman gue yang lain malah menjauhi cowo-cowo seperti itu, gue dengan santainya malah duduk duduk bareng mereka, ngobrol, dan asik-asik sama mereka. Kita cerita macem-macem, hal hal gak penting sekaliun.

Dan tau gak, uniknya, karena gue deket sama mereka, gue gak merasa pikiran mereka kotor dan mengganggu gue. Karena yang penting, gue gak pernah mengikut hal hal negatif yang mereka lakukan, tapi cuma sekedar mengingatkan mereka yang kelewatan.

Hahaha gue termasuk pendengar yang baik. Kalo elo curhat sama gue, i will probably give you a lot of helps as much as i can. Gue merasa gue harus membantu semua yang butuh bantuan sebisa dan sebaik gue.

Nah, datang deh ke bagian yang paling memusingkan.

Ada beberapa teman gue yang cewe, dan mereka diam diam suka atau naksir sama cowo. Dan ya, seperti kebanyakan manusia lain yang sedang suka sama lawan jenisnya, mereka jadi jaim jaim malu-malu gaje gitu dong. Yagak sih.

Mereka suka deketin gue, tiba-tiba selalu ngajak gue belajr bareng lah, makan bareng lah, pokoknya out of nowhere, mereka jadi nice. Tapi yaudah, gue nganggep bahwa toh kalopun mereka akan menjadikan gue sebagai ‘sarana’ untuk dekat dengan orang yang mereka suka, its no big deal for me anyway.

Terus, yaudah kan gue juga tetep deket dan ngobrol sama cowo-cowo itu.Yakan. Cuma gue lebih jaga-jaga sih, kalo ada cewe itu yang gue tau suka, ya gue bakal kaya ‘eh gabung yuk ama kita’ atau kaya ‘eh sini lu’ karena well, gue respek lah sama perasaan dia.

Hari ini, gue baru aja dapet kabar.

Cewe-cewe itu ngomongin gue.

Mereka bilang gue terlalu perhatian lah, terlalu care lah, terlalu ini, terlalu itu. Seakan-akan, jadi orang baik dan nice ke semua orang itu salah ya.

Padahal gue selalu berusaha ngajak mereka join loh, kalau gue lagi ngobrol sama cowo-cowo itu. Gue respek perasaan mereka. Gue juga bukan yang malah sengaja kompor. Gue bahkan gak suka sama cowo-cowo itu.

Hehe.

Kalo mereka baca ini, sadar atau tidak, gue cuma mau bilang, terimakasih. Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk ngomongin gue entah di toilet, di kelas, di LINE, di manapun.

Thankyou very much.

Karena apa? Gue jadi tahu alasan sebenarnya mereka berteman sama gue. Gue jadi tau sifat asli mereka. Gue jadi belajar untuk pintar-pintar menghadapi orang.

Dan, tahu gak?

Gue, gak akan berhenti berteman kok, sama cowo-cowo itu. They’re my friends. Kalau elo suka dengan mereka, mulai pembicaraan lah. Jangan ngandelin seseorang, lalu jadi marah dan cemburu hanya karena terlalu malu untuk berkata jujur.

Gue juga gak akan berhenti sama mereka-mereka yang ngomongin gue. Buat apa, gue berantemin? Buang buang waktu aja sih. Toh gue juga engga merasa dirugikan kok kalau mereka ngomongin gue ataupun cuma menggunakan gue to climb your love stairs.

 

If they are going to hate, let them hate. Be good for nothing.

 

Sincerely,

del.

 

Advertisements

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s