Melepaskan, Merelakan,

Halo!

Gue adalah orang yang susah melepaskan. Susah merelakan. Suka gak terima kalau mengalami kehilangan. Mungkin bahasa sekarang, susah move on kali ya.

Mulai dari kalau harus merelakan barang-barang gue untung disumbangkan ke panti asuhan, gue dari dulu suka mikir, “aduh ini jangan dikasihlah, siapa tau nanti masih butuh.”

Setelahnya, hal-hal itu terjadi terus dalam berbagai hal. Mulai dari harus merelakan teman-teman yang pindah sekolah, kehilangan kucing liar, teman dekat yang harus menjauh, dan pindah rumah.

Waktu itu ada kucing liar yang dateng ke keset depan rumah gue. Masih kecil banget. Sama Greg di kasih nama Pus, panjangnya Puskesmas. Ok, Greg, ok. Kucing ini emmang gak kita bolehin masuk rumah sih, tapi dia bobo di keset depan rumah dan selalu kita kasih makan.

Pokoknya gue sayang banget sama si Pus.

Dan suatu hari, dia mati. Mati diperkosa gitu sama kucing cowo-cowo liar disana. Sumpah serem banget mati mengenaskan di taman depan rumah, dan akhirnya di kuburkan sama mbak gue di bawah pohon mangga rumah lama.

Sampai sekarang, masih suka kangen gua sama tu kucing. Pus, pakabar? :’)

Pindah rumah also freaked me out so much though.

Gue pindah rumah saat gue kelas 5SD mau naik ke kelas 6. Tahun 2014. Beberapa bulan sebelumnya, kita sudah mulai masukkin semua barang-barang ke kardus-kardus, termasuk mulai nyortir barang-barang mana yang akan di buang dan gak di bawa ke rumah baru.

Gue sedih seriusan. Terutama awal-awal gue pindah, gue sering banget masih main-main ke rumah lama buat sekedar nostalgia dengan semua kenangan yang gue jalani bersama rumah itu.

Terus gue nonton filmnya Raditya Dika yang judulnya Manusia Setengah Salmon. Dan, gue inget kayanya gue pernah nge-post tentang ini, yaitu di post gue ttg Masa Lalu, tapi di salah satu bukunya itu ada quotes yang gue inget selalu.

 Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya….. Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.

Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.”
Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon

Pas gua dulu awal putus dan lagi sedih-sedihnya, gue baca lagi quotes ini dan it kind of helped me alot selama gue dalam proses sedih dan galau-galau itu.

Nah. Oke sekarang ke inti cerita.

Di tahun yang sama Greg lahir, yaitu 2006, bapak gue dapat mobil kantor baru. Yes Om Julian! Mobilnya itu adalah sebuah Nissan X-Trail warna metalic silver.

You might say, I grew up with this car. And yes, I did.

Mobil ini nganterin gue kemana-mana, mulai dari dulu les mandarin, les gambar, sampai nganterin gue ke sekolah setiap hari FOR YEARS. Dengan mobil ini, gue jalan-jalan sama mama gue keliling Jakarta, mobil yang kita tinggalin di parkir inap bandara setiap holiday.

Bertahun-tahun setelahnya, bapak gue akhirnya dapet lagi mobil Pajero, dan mobil X-Trail ini di kasih ke mama gue. Dan mantap, makin sering gue naik mobil ini dan ikut pergi kemana-mana.

Gue sangat sangat sayang sama ini mobil, I feel like somehow I’m connected to it.

Akhirnya, setelah sembilan tahun bersama ini mobil, bapak gue DAPET lagi mobil kantor. Niat memang kantornya ini, naiz. Bapak gue memilih sebuah mobil, yang artinya Pajero Sport lama akan dikasih ke mama gue.

Berarti, mobilnya jadi tiga yah.

Nah, karena mobilnya jadi banyak sekali, dan toh yang bisa nyetir di rumah cuma mama dan papa gue, dan gue terlalu kecil untuk naik mobil, si X-Trail ini jadi suka nganggur di rumah.

Jadi, akhirnya kedua mama papa gue memutuskan untuk menjual mobil ini. Lalu, mobil ini mulai di servis dan akhirnya dimasukkin ke OLX. Beberapa minggu, baru ada orang yang nanya-nanya, tapi belum ada yang niat beli.

Dalam hati, sebenarnya gue lega sedikit. Karena itu berarti, gue masih bisa pake mobil itu dan mobil itu gak akan dijual ke orang lain. Sumpah gua agak agak ga rela kalo itu mobil beneran di jual.

And bam, hari ini gue bangun jam 11.33 dan dapet kabar bahwa, yes, mobilnya sudah sukses terjual. Sebelum gue bangun, ada seorang bapak-bapak yang dateng dan negoisasi dengan mama gue, lalu dengan bahagia dia pulang bawa mobil dia.

Sesiangan gua gatau harus seneng atau sedih pokoknya kaya, YHA MOBIL W GAADA LAGI YHA.

Tapi gue jadi inget beberapa tahun yang lalu, waktu kita sekeluarga ngejual sepeda lamanya Jonathan di OLX, dan di beli sama seorang bapak yang dateng ke rumah kita dengan anaknya.

Anaknya semangat banget liat sepeda itu, berbinar-binar gitu matanya, karena akhirnya punya sepeda baru. Sampai akhirnya mereka pulang dengan bahagia. Mungkin kalau sepeda itu gak dijual, toh sepeda itu juga gak akan dibutuhkan lagi di keluarga kita karena Jontahan juga udah kegedean pake sepeda itu.

Gue jadi kepikir, mungkin kalau mobil itu tetap disini dan gak dijual, mungkin juga lama-kelamaan mobil itu makin jarang kita pake dan cuma berujung menuh-menuhin rumah. Tapi, karena di beli sama bapak tadi, mobil itu bisa jadi berguna buat dia dan keluarganya.

Sama kaya hidup, sama kaya dalam sebuah hubungan. Kadang kita harus pindah, karena kalau kita gak pindah, kita juga gak akan bisa maju karenanya. Karena mungkin kalau kita pindah, atau kita merelakan, mereka-mereka ini bisa lebih berguna buat orang lain.

Toh, gue bisa memulai memori-memori baru dengan mobil yang sekarang. Sama juga dengan punya teman baru, kan? Kita bisa menciptakan memori baru dengan mereka.

Jadi, jangan pernah menangisi sesuatu karena telah pergi, tapi harusnya kita senyum soalnya kita udah ngejalanin banyak hal menyenangkan dengannya, dan mungkin ini saat bagi orang lain, untuk ikut bahagia gara-garanya.

So, goodluck ya X-Trailku! Baik-baik ya di sana, jangan nyusahin! 🙂

 

A bit mellow because missing the old car,

 

adel.

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Melepaskan, Merelakan,

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s