Mengejar yang Tak Nyata

Mengejar yang Tak Nyata

 

Setiap kita diciptakan berdua

Mengukir satu nama, melebur dengannya, menyatu

Namun kini, hati bertanya-tanya

Dimana gerangan, wahai kamu, Rindu?

 

Matahari timbul tenggelam, menemani jalan jauhku

Tampak coklat matamu di setiap belokan jalan

Tak terhingga asa yang ingin putus, berguguran

Namun bayang wajah manismu menyulut api semangatku

 

Aku, akulah sang pangeran

Yang telah jatuh pada pesona legam hitam rambutmu

Terbius akan semua kata-katamu

Aku, pangeran yang mengejar bayangan semu

 

Bagaikan minuman pelepas dahaga

Sebesar setia anjing penjaga pada tuannya

Segigih Gajah Mada akan sumpah simalakama

 

Wahai Putri, ku kejar kau ke ujung dunia

 

enileda.

pukul delapan pagi, tugas pelajaran bahasa indonesia yang dikerjakan setengah bermimpi, karena ngantuk.

bogor, 4 april 2016

 

 

 

Advertisements

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s